SR Uncategorized M-71 Soltam 155mm Towed Howitzer: Andalan Artileri Empat Negara ASEAN, Singapura Punya Varian Tercanggih

M-71 Soltam 155mm Towed Howitzer: Andalan Artileri Empat Negara ASEAN, Singapura Punya Varian Tercanggih

M-71 Soltam 155mm Towed Howitzer: Andalan Artileri Empat Negara ASEAN, Singapura Punya Varian Tercanggih post thumbnail image

Jakarta – Dalam ranah modernisasi artileri, M-71 Soltam 155mm towed howitzer menempati posisi strategis sebagai salah satu sistem artileri paling andal di Asia Tenggara. Dikembangkan oleh Soltam Systems asal Israel, howitzer ini telah digunakan oleh empat negara ASEAN, dengan Singapura menjadi pemilik varian tercanggih yang menonjolkan keunggulan teknologi dan mobilitas.

Desain dan Spesifikasi

M-71 Soltam dikenal karena kombinasi daya tembak tinggi, jangkauan yang luas, dan kemampuan bergerak cepat. Howitzer ini menggunakan kaliber 155mm dengan panjang laras 39 hingga 45 kaliber, memungkinkan roket artileri dan peluru konvensional ditembakkan hingga jarak lebih dari 24 km menggunakan amunisi standar, dan mencapai 30 km atau lebih jika menggunakan peluru bantuan roket (RAP – Rocket Assisted Projectile).

Sistem ini ditarik oleh kendaraan berat, tetapi dapat dengan cepat dipasang untuk menembak, serta memiliki mekanisme recoil yang efisien untuk mengurangi waktu reset dan memungkinkan tembakan beruntun.

Keunggulan Operasional

Keunggulan M-71 Soltam tidak hanya terletak pada daya tembak, tetapi juga pada fleksibilitas penggunaan. Howitzer ini mampu menembakkan berbagai jenis amunisi, termasuk peluru presisi, high-explosive (HE), dan peluru khusus anti-personil atau anti-material.

Selain itu, sistem penyesuaian elevasi dan azimuth yang presisi memudahkan operator untuk melakukan targeting cepat, terutama dalam kondisi medan yang sulit. Integrasi dengan sistem komando artileri modern juga meningkatkan kemampuan koordinasi tembakan lintas unit.

Pengguna ASEAN dan Varian Singapura

Empat negara ASEAN yang diketahui mengoperasikan M-71 Soltam adalah:

  • Indonesia – Menggunakan varian standar untuk mendukung pertahanan darat.
  • Malaysia – Digunakan dalam satuan artileri lapis berat untuk pertahanan wilayah perbatasan.
  • Thailand – Menjadi bagian dari modernisasi artileri mereka sejak dekade 1990-an.
  • Singapura – Memiliki varian paling canggih, yang disebut FH-2000, menambahkan sistem kontrol tembakan elektronik dan kemampuan semi-otomatis, meningkatkan akurasi dan kecepatan tembakan.

Singapura, dengan wilayah terbatas, memanfaatkan varian FH-2000 agar bisa memaksimalkan daya hancur tanpa membutuhkan banyak unit, sekaligus mempermudah integrasi dengan sistem pertahanan nasional yang lebih luas.

Strategi dan Signifikansi

Bagi negara-negara ASEAN, kehadiran M-71 Soltam menjadi elemen penting dalam kesiapan artileri jarak menengah, khususnya untuk operasi pertahanan wilayah dan penekanan posisi musuh sebelum pertempuran darat intensif. Daya tembaknya yang tinggi dan jangkauan yang luas membuat howitzer ini efektif untuk operasi strategis, termasuk pengamanan garis pantai dan perbatasan darat.

Keunggulan ini juga menegaskan posisi Israel sebagai eksportir sistem artileri modern yang handal, mampu bersaing dengan produsen besar Eropa dan Amerika Serikat, khususnya di kawasan Asia Tenggara.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Post